Selamat datang di website SMAN 27 Kab. Tangerang - Sekolah Negeri Tingkat Menengah Atas Terbaik di Tangerang
Saturday, 12 June 2021 14:46

CORONA ITU NYATA

Written by RIEN
Rate this item
(2 votes)

 

 

    Hari ini adalah pagi yang sangat cerah,aku yang baru saja terbangun segera membuka layar handphoneku,dan notifikasi tugas dari google classroom sudah sangat menumpuk di sana. 'ya ampun,aku baru bangun langsung di kasih sarapan tugas' batinku dalam hati. Aku mengambil langkah ke kamar mandi untuk mencuci muka,setelah itu kembali menatap layar ponsel,mengecek apa saja tugas merepotkan yang baru saja datang itu. Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu bersamaan dengan suara seseorang "punten,gopud" ucapnya. Suara itu tidak asing lagi di telingaku,dia bukan abang abang gopud,tapi dia adalah sahabatku,namanya Shylvania Francine Tifannie,biasa di panggil Siti. Kami bersahabat sejak kami berada di kelas yang sama,dan aku baru mengenalnya sekitar 3 bulan yang lalu,tapi karena banyak kesamaan yang kita miliki,kita jadi begitu dekat hingga bersahabat hingga sekarang. Aku keluar kamar untuk membukakan pintu,dan aku terkejut karna Siti ternyata sudah ada di dapur,menikmati beberapa roti isi selai coklat yang ada di sana. "Halo cheryl anastasia selamat pagiii" ucap Siti. "Iya Sit,pagi juga. Eh sekalian bikinin susu coklat buat aku yaa sama roti bakarnya juga" ucapku dengan memasang senyum manis. Setelah itu aku pergi ke ruang belajar dan meninggalkan siti di dapur. Ia terlihat senang membuatkan roti bakar untukku,tentu saja itu karena dia membuatkan untuk dirinya sendiri juga.

          Tidak lama waktu berselang,Siti datang ke ruang belajarku dengan membawa susu coklat dan roti bakar yang aku minta,menaruhnya di atas meja belajar kayu yang ada di hadapanku. "Wah,makasih ya sit,kamu baik banget deh,hehe" ucapku sambil mengambil sepotong roti bakar yang hangat. "yoi lah,sama sama che,kaya ke siapa aja,santuy aja sama aku mah" .Ucap Siti yang tersenyum memamerkan lesung pipitnya. Setelah itu,terjadi kesunyian antara aku dan Siti. Aku fokus mengerjakan tugas - tugas yang di berikan oleh guru,sedangkan Siti,ia dari tadi sangat fokus dengan ponselnya,menscroll beranda instagram yang penuh dengan artis artis yang dia sukai.

"Eh,che kamu percaya ga kalo corona itu beneran ada? " tanya siti dengan wajah penasaran "hah?ngomong apa sih kamu?ya aku percaya dong,kan udah banyak yg positif kena" ucapku dengan nada yang sedikit kesal. "Che,corona itu cuma konspirasi elite global,itu tuh cuma akal akalan pemerintah aja,kamu tau gak sih banyak banget yang bilang kalo corona itu ga ada" ucap Siti dengan nada antusias,seolah ia tahu segalanya. "Siti,corona itu beneran ada,kalo ngga ada,buat apa para tim medis dan pemerintah nyuruh kita buat diam di rumah selama berbulan bulan?" ucapku dengan nada yang semakin meninggi. "apaan sih Che,kamu kok percaya sih sama pemerintah?mereka itu sudah membohongi kita" ucap siti yang mulai tampak kesal. "loh?ngebohongin gimana sit?emang mana buktinya kalo pemerintah itu bohong dan corona ga ada? Ucapku dengan nada tinggi dan menatap garang pada Siti. "oke,aku bakal buktiin kalo corona itu ga ada" ucap siti dengan senyuman sinisnya. "gimana cara kamu buktiinnya?" ucapku yang mulai sedikit menenangkan diri. "aku bakal keluar rumah,pergi ke mall,dan tempat-tempat ramai,aku yakin kok aku ga akan kena corona.karena corona itu emang ngga ada!" ucapnya di sertai nada tinggi yang sedikit menggertakkku. "yaudah,kalo itu mau kamu,sana keluar!kita lihat apakah pemerintah yang membodohi kamu,atau kamu yang bodoh karna gak percaya sama pandemi ini" ucapku yang kembali kesal setelah tenang beberapa saat. "okee,baybay che,aku pergi dulu" ucapnya,ia melangkah pergi keluar dari ruang belajarku,sedangkan aku tetap terdiam di sofa kesayanganku. Setelah suara langkah kaki menghilang dari halaman rumahku,aku mengintip dari luar jendela,aku melihat Siti,ia benar benar naik bus yang memiliki rute tujuan melewati mall yang biasa aku dan siti pergi ke sana untuk bermain,sebelum adanya pandemi ini. 'anak itu benar benar nekat,dan itu adalah sisi bodohnya' ucapku dalam hati. Setelah itu,aku kembali mengerjakan tugas tugasku yang terus bertambah,padahal tugas yang minggu kemarin saja belum aku kerjakan. 

      Keesokan harinya,Siti menelponku bahwa ia akan segera melakukan test covid 19,dan dengan percaya dirinya ia mengatakan "aku pasti negatif corona che,corona kan ngga ada".begitu katanya,lalu ia mematikan telponnya sebelum aku membalas kata-katanya.

        Sebulan kemudian,aku menelpon Siti untuk menanyakan keadaannya,dan bagaimana dengam test covid 19 nya. Lalu sambil menangis ia mengungkapkan bahwa dirinya positif covid 19 "Che,aku nyesel banget udah ngeremehin covid 19,aku nyesel udah percaya sama teori teori konspirasi yang ada di yutub,ig,dan sosmed lainnya.karna aku ngeremehin pandemi ini,sekarang aku malah berjuang buat sembuh dari virus ini,aku yakin aku pasti kuat kok" ucapnya dengan tersedu sedu,dan itu adalah kalimat terakhir yang Siti ucapkan kepadaku.

 

 

 

Read 91 times
More in this category: « IJONG MADOLOS (cerpen)

3 comments

  • Comment Link Moderator Monday, 14 June 2021 20:45 posted by Moderator

    Pelajari bagaimana cara menulis artikel dengan rata kiri/kanan.... sesudah itu kalian cari bahan bacaan bagaimana mesin pencari google mengindex artikel, agar tulisan kalian bisa diindex google.

  • Comment Link Eris Sunday, 13 June 2021 19:27 posted by Eris

    Kereeen

  • Comment Link Sendi nurzaki Saturday, 12 June 2021 15:12 posted by Sendi nurzaki

    Bagus

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.