Selamat datang di website SMAN 27 Kab. Tangerang - Sekolah Negeri Tingkat Menengah Atas Terbaik di Tangerang
Halte 27

Halte 27 (2)

Friday, 23 October 2020 12:33

Nyontek

Written by

“ Nyontek ” 

Sepenggal kata yang tidak asing lagi bagi kita. Memiliki cerita yang khas terutama di kalangan pelajar zaman now. Terkesan mendadak, membuat cemas, panik, gelisah, bingung, lalu mencari seribu satu cara untuk mengerjakan tanpa kesulitan tentu saja tanpa belajar.

Nahh... disitulah kata itu muncul. Tidak akan seru dan “ woow ” jika kita berupaya cari tahu dalam penggalan katanya, “ NYONTEK “.

Nyontek merupakan kegiatan mengutip tulisan atau lainnya sebagaimana adanya kegiatan ini pun sering di kaitan dengan “plagiat”, “ nanya “, dan “ meniru “.

Nanya dan nyontek merupakan 2 kata yang berbeda. Nyontek terjadi ketika kita membuka buku, kalkulator, atau alat bantu lainnya. Sedangkan nanya, terjadi ketika kamu bertanya dan meminta jawaban kepada temanmu dan itu sama saja walaupun beda dalam bentuk pengaplikasian nya.

Tahukah kamu?

Disaat ulangan tiba kita bisa melihat berbagai macam eksperesi, ada yang pura – pura sibuk mengerjakan, padahal gak, ada yang tidur dan tidak ketinggalan untuk nyontek.

Ciri-ciri orang nyontek akan sangat beda dari yang lain seperti, selalu menghadapi ulangan dengan santai, selalu memperhatikan guru pengawas dan tidak pernah memperhatikan pelajaran jika keseringan menyotek akan berdampak buruk bagi diri kita tetapi menyontek juga punya dampak positif.

Seperti meningkatkan kebersamaan dan saling bahu membahu menemukan titik terang pertanyaan tersebut.

Terlepas dari semua itu, menyotek bukan untuk menjadikan kebiasaan karna menyotek hanya untuk orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Tujuan dari nyontek tiada lain untuk mendapat nilai yang bagus sehingga menjadikannya malas belajar dan ketergantungan terhadap orang lain. 

Tidak ingin berusaha menjadi diri sendiri dan pribadi yang pembohong, serta menimbulkan sikap menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Apabila menyotek menjadi budaya, akan semakin banyak bibit- bibit koruptor pada masa depan. Berbohong adalah salah satu mental yang di pikul koruptor.

Lantas jurus apa agar kita bisa menghindarinya? Mungkin sekarang, solusi jitunya antara lain meminimalisir kebiasaan menyontek. Mengajarkan arti nilai-nilai kejujuran, menjelaskan dampak buruk jika suka mencontek. Menanamkan pada diri siswa bahwa mencontek tidak menyeselaikan masalah dan kita harus rajin belajar serta perbanyak latihan menjawab soal pelajaran.

Untuk kemarin , sekarang, besok dan seterusnya kebiasaan mencontek harus dihindari bahkan dihilangkan. Percaya kepada usaha sendiri adalah kuncinya.

“Petarung tidak selalu bisa dimenangkan, dari anda yg lebih lemah dari mereka yg memiliki kekuatan yang lebih kuat. Sesungguhnya orang yang jaya adalah orang yang selalu berfikir bahwa dia bisa.’’ 😇

~ZEARDnews27

Thursday, 22 October 2020 11:05

HALTE 27

Written by

halte 27

 

 

 

                   “ nyontek ”     

 

Sepenggal kata yang tidak asing lagi bagi kita. Memiliki cerita yang khas terutama di kalangan pelajar  zaman now. Terkesan mendadak, membuat cemas, panik, gelisah, bingung, lalu mencari seribu satu cara untuk mengerjakan tanpa kesulitan tentu saja tanpa belajar.

Nahh... disitulah kata itu muncul. Tidak akan seru dan “ woow ” jika kita berupaya cari tahu dalam penggalan katanya, “ NYONTEK “.

Nyontek merupakan kegiatan mengutip tulisan atau lainnya sebagaimana adanya kegiatan ini pun sering di kaitan dengan “plagiat”,  “ nanya “, dan “ meniru “.

Nanya dan nyontek merupakan 2 kata yang berbeda. Nyontek terjadi ketika kita membuka buku, kalkulator, atau alat bantu lainnya. Sedangkan  nanya, terjadi  ketika kamu bertanya dan meminta jawaban kepada temanmu dan itu sama saja walaupun beda dalam bentuk pengaplikasian nya.

Tahukah kamu?

Disaat ulangan tiba kita bisa melihat berbagai macam eksperesi, ada yang pura – pura sibuk mengerjakan, padahal gak, ada yang tidur dan tidak ketinggalan untuk nyontek.

Ciri-ciri orang nyontek akan sangat beda dari yang lain seperti, selalu menghadapi ulangan dengan santai, selalu memperhatikan guru pengawas dan tidak pernah memperhatikan pelajaran jika keseringan menyotek akan berdampak buruk bagi diri kita tetapi menyontek juga punya dampak positif.

Seperti meningkatkan kebersamaan dan saling bahu membahu menemukan titik terang pertanyaan tersebut.

Terlepas dari semua itu, menyotek bukan untuk menjadikan kebiasaan karna menyotek hanya untuk orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Tujuan dari nyontek tiada lain untuk mendapat nilai yang bagus sehingga menjadikannya malas belajar dan ketergantungan terhadap orang lain.

Tidak ingin berusaha menjadi diri sendiri dan pribadi yang pembohong, serta menimbulkan sikap menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Apabila menyotek menjadi budaya, akan semakin banyak bibit- bibit koruptor pada masa depan. Berbohong adalah salah satu mental yang di pikul koruptor.

Lantas jurus apa agar kita bisa  menghindarinya? Mungkin sekarang, solusi jitunya antara lain meminimalisir kebiasaan menyontek. Mengajarkan arti  nilai-nilai kejujuran, menjelaskan dampak buruk jika suka mencontek. Menanamkan pada diri siswa bahwa mencontek tidak menyeselaikan masalah dan kita harus rajin belajar serta perbanyak latihan menjawab soal pelajaran.

Untuk kemarin , sekarang, besok dan seterusnya kebiasaan mencontek harus dihindari bahkan dihilangkan. Percaya kepada usaha sendiri adalah kuncinya.

Petarung tidak selalu bisa dimenangkan, dari anda yg lebih lemah dari mereka yg memiliki kekuatan yang lebih kuat. Sesungguhnya orang yang jaya adalah orang yang selalu berfikir bahwa dia bisa.’’ J

 

Editor: ardel27